Memanfaatkan Waktu
Hidup di dunia ini sangatlah singkat dan akan rugi bila orang-orang menyia-yiakan
waktu. Telah dicantumkan dalam surah As Sajdah
ayat 5 bahwa 1 hari di akhirat samadengan 1000 tahun di dunia. Kita
ambil asumsi bahwa umur kita sama seperti umur Nabi Muhammad SAW yakni 63
tahun, maka umur kita hanyalah 63/1000 hari akhirat . MasyaAllah! Betapa
pendeknya umur kita.
Dalam perjuangan kita untuk menggapai
ridha Allah swt tentu tidaklah mudah seperti kita membalikan telapak tangan. Kemudian jika dicermati ternyata tantangan yang ada bukan hanya hawa nafsu dan
perngaruh dari setan, tetapi juga dari lingkungan pergaulan. Dan bila kita
tidak mampu menyaring dan membentengi diri dari hal’’ yang negative, maka kita
akn terseret pada hal’’ yang di murkai oleh Allah. Dan semua hal perbuatan yang
kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
Oleh karena itu sangatlah penting bagi
kita untuk selalu membersihkan pikiran dan hati kita sehingga kita bisa
memiliki kekuatan prinsip. Untuk membersihkan hati maka terlebih dahulu kita
patut membersihkan pikiran kita dari hal-hal yang dapat membelenggu dan
membutakan mata hari.
Berikut
adalah langkah-langkah untuk membersihkan noda hitam yang membelenggu pada diri
kita :
1. Hindari
prasangka buruk , upayakan selalu berprasangka baik pada orang lain. Yang hal
ini dapat menciptakan kondisi lingkungannya untuk saling percaya, saling
mendukung, bersikap terbuka dan kooperatif.
2. Berprinsiplah
selalu kepada Allah swt. Hanya berprinsip pada sesuatu yang akan membawa
manusia kea rah kebahagiaan yang hakiki yakni kebahagiaan di akhirat kelak.
3. Bebaskan
diri dari pengalaman-pengalaman yang membelenggu pikiran, karena ini dapat
membuat anda hanya akan menilai segala sesuatu berdasarkan pengalaman anda
bukan melihat sesuatu secara objektif.
4. Dengarkan
suara hati, berpegang prinsiplah “karena Allah”. Berfikirlah jauh kedepan
sebelum menentukan apapun. Rencanakanlah segala sesuatu secara sistematis dan
gunakanlah suara hati untuk menentuka skala prioritas.
5. Lihatlah
semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara hati yang bersumber dari
Asmaul Husna. Hendaklah dalam mengambil keputusan tidak hanya berfikir satu
kali saja melaikna harus benar-benar dipertimbangkan.
6. Priksalah
pikiran anda sebelum anda menilai segala sesuatu. Lihatlah sesuatu itu dengan
apa adanya.
7. Ingatlah bahwa smua ilmu pengetahuan bersumber
dari Allah swt.
Setelah proses pembersihan hati dari fikiran
negative , insya Allah akan menjadi bersih dan suara hati yang terpancar adalah
merupakan semburan dari sifat-sifat
Allah (Asmaul Husna). Dan semua tindakan yang dilakukan insya Allah semata-mata
berniat ikhlas beribadah kepad a Allah swt. Ada beberapa langkah yang bisa kita
ambil yaitu sebagai berikut :
a. Menjaga
indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba)
b. Mengingat
kebesaran Allah dengan 99 sifat-sifat Asmaul Husna-Nya
c. Selalu
berdizkir kepada Allah swt
d. Berusaha
slahat dengan khusyu’
Jadi
jelaslah bahwa pembentukan hati dan fikiran yang jernih akan dapat membuat pribadi dapat mengahadapi
rintangan serta cobaan dari Allah swt. Jadi kita sebagai umat muslim yang baik
yang tentunya menginginkan kebahagiaan yang hakiki kelak sudah seharusnya kita melakukan apa yang
diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, dan mulailah hidup dengan
memanfaatkan waktu yang tersisa kini untuk beribadah dan mendekatkan diri
kepada Allah swt.
Sekian yang dapat saya infokan kepada umat muslim,
semoga bermanfaat ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar