Sabtu, 26 Maret 2016

memanfaatkan waktu yang tersisa



Memanfaatkan  Waktu

       Hidup di dunia ini sangatlah singkat  dan akan rugi bila orang-orang menyia-yiakan waktu. Telah dicantumkan dalam surah As Sajdah  ayat 5 bahwa 1 hari di akhirat samadengan 1000 tahun di dunia. Kita ambil asumsi bahwa umur kita sama seperti umur Nabi Muhammad SAW yakni 63 tahun, maka umur kita hanyalah 63/1000 hari akhirat . MasyaAllah! Betapa pendeknya umur kita.
        Dalam perjuangan kita untuk menggapai ridha Allah swt tentu tidaklah mudah seperti kita membalikan telapak tangan.  Kemudian jika dicermati ternyata  tantangan yang ada bukan hanya hawa nafsu dan perngaruh dari setan, tetapi juga dari lingkungan pergaulan. Dan bila kita tidak mampu menyaring dan membentengi diri dari hal’’ yang negative, maka kita akn terseret pada hal’’ yang di murkai oleh Allah. Dan semua hal perbuatan yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.
       Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk selalu membersihkan pikiran dan hati kita sehingga kita bisa memiliki kekuatan prinsip. Untuk membersihkan hati maka terlebih dahulu kita patut membersihkan pikiran kita dari hal-hal yang dapat membelenggu dan membutakan mata hari.
   Berikut adalah langkah-langkah untuk membersihkan noda hitam yang membelenggu pada diri kita :
1.      Hindari prasangka buruk , upayakan selalu berprasangka baik pada orang lain. Yang hal ini dapat menciptakan kondisi lingkungannya untuk saling percaya, saling mendukung, bersikap terbuka dan kooperatif.
2.      Berprinsiplah selalu kepada Allah swt. Hanya berprinsip pada sesuatu yang akan membawa manusia kea rah kebahagiaan yang hakiki yakni kebahagiaan di akhirat kelak.
3.      Bebaskan diri dari pengalaman-pengalaman yang membelenggu pikiran, karena ini dapat membuat anda hanya akan menilai segala sesuatu berdasarkan pengalaman anda bukan melihat sesuatu secara objektif.
4.      Dengarkan suara hati, berpegang prinsiplah “karena Allah”. Berfikirlah jauh kedepan sebelum menentukan apapun. Rencanakanlah segala sesuatu secara sistematis dan gunakanlah suara hati untuk menentuka skala prioritas.
5.      Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna. Hendaklah dalam mengambil keputusan tidak hanya berfikir satu kali saja melaikna harus benar-benar dipertimbangkan.
6.      Priksalah pikiran anda sebelum anda menilai segala sesuatu. Lihatlah sesuatu itu dengan apa adanya.
7.       Ingatlah bahwa smua ilmu pengetahuan bersumber dari Allah swt.
     Setelah proses pembersihan hati dari fikiran negative , insya Allah akan menjadi bersih dan suara hati yang terpancar adalah  merupakan semburan dari sifat-sifat Allah (Asmaul Husna). Dan semua tindakan yang dilakukan insya Allah semata-mata berniat ikhlas beribadah kepad a Allah swt. Ada beberapa langkah yang bisa kita ambil yaitu sebagai berikut :
a.       Menjaga indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba)
b.      Mengingat kebesaran Allah dengan 99 sifat-sifat Asmaul Husna-Nya
c.       Selalu berdizkir kepada Allah swt
d.      Berusaha slahat dengan khusyu’
     Jadi jelaslah bahwa pembentukan hati dan fikiran yang jernih  akan dapat membuat pribadi dapat mengahadapi rintangan serta cobaan dari Allah swt. Jadi kita sebagai umat muslim yang baik yang tentunya menginginkan kebahagiaan yang hakiki kelak  sudah seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, dan mulailah hidup dengan memanfaatkan waktu yang tersisa kini untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
Sekian yang dapat saya infokan kepada umat muslim, semoga bermanfaat ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar